Selasa, 26 Juni 2012
Sabtu, 16 Juni 2012
Published :
21.37
Author :
RISA NOVARISA
Published :
21.31
Author :
RISA NOVARISA
Published :
21.27
Author :
RISA NOVARISA
Published :
21.24
Author :
RISA NOVARISA
Kamis, 14 Juni 2012
ANDRAGOGI
Published :
18.25
Author :
RISA NOVARISA
ANDRAGOGI
Malcolm S. Knowles
| ASSUMPTION (Asumsi yang membedakan antara Andagogi dengan Pedagogik) | ||
| About: | Pedagogical Menurut Knowles(Sudjana 2005:62) beliau mendefinisikan bahwa pedagogik merupakan seni dan ilmu untuk membantu dan mengajar anak-anak dalam belajar | Andragogical Menurut Knowles (Sudjana, 2005: 62) beliau mendefinisikan bahwa andragogi merupakan seni dan ilmu untuk membantu peserta didik (orang dewasa) dalam belajar |
| Concept of the learner Terjemahan : Konsep pembelajar. Konsep perbedaan yang akan dibicarakan yaitu mengenai konsep pembelajar | Dependent personality Terjemahan: Tergantung kepribadian. Maksudnya yaitu bahwa kepribadian manusia terutama anak-anak berbeda-beda antara yang satu dan yang lain, hal ini disebabkan oleh kondisi psikologis anak yang masih berubah-ubah selain itu yaitu keturunan dan lingkungan. | Increasingly self-directed Terjemahan: Semakin mandiri. Maksudnya bahwa orang dewasa merupakan manusia yang mandiri sehingga dapat disimpulkan bahwa orang dewasa mempunyai indikator dapat hidup mandiri, dapat mengambil keputusan sendiri dan tidak menggantungkan diri pada orang lain. (Problematik Pendidikan, hal: 13) |
| Role of learner’s experience Terjemahan: Peran pengalaman pembelajar | To be built on more than used as a resource Terjemahan: Akan dibangun di lebih dari digunakan sebagai sumber daya. Maksudnya bahwa didalam diri seorang anak terkandung potensi atau bakat yang akan terbangun dari pengalaman belajaranya, hal ini di buktikan dengan penelitian neurologi yaitu bila anak distimulus dengan pengalaman belajar sejak dini maka akan ditemukan potensi paling unggul yang ada pada dirinya | A rich resource for learning by self and others Terjemahan: Sebuah sumber daya yang kaya untuk belajar oleh diri sendiri dan orang lain. Maksudnya bahwa peran pengalaman belajar orang dewasa lebih luas karena bersumber pada pengalaman belajar dirinya sendiri dan orang lain sehingga akan membuat kaya akan pengetahuan, seperti dijelaskan oleh Gestalt yaitu bahwa belajar sebagai pengembangan wawasan yang dihasilkan dari interaksi orang dengan linkungannya. |
| Readiness to learning Terjemahan: Kesiapan belajar. | Uniform by age-level and curriculum Terjemahan: Seragam oleh tingkat usia dan kurikulum. Maksudnya bahwa anak-anak terikat oleh aturan seperti seragam supaya bisa mendisiplinkan diri anak-anak. Kurikulum yang dimaksud yaitu supaya pengalaman di sekolah dan diluar harus dipersatukan sehingga segalanya menjadi suatu kesatuan dengan cara mengambil suatu masalah untuk dijadikan pusat segala kegiatan.( Pengantar pedagodik, hal:50) | Develops form life task and problems Terjemahan: Berkembang dari tugas kehidupan dan masalah. Maksudnya bahwa kesiapan belajar orang dewasa berpusat pada masalah dan pengalaman belajar yang dihadapi orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut dilakukan untuk menunjukan kepada orang dewasa bahwa pengetahuan yang diperoleh mempunyai kaitan dan fungsi dengan masalah-masalah yang dihadapi.(Teori Belajar Orang Dewasa, hal:22) |
| Orientation to learning Terjemahan: Orientasi untuk belajar. | Subject-centered Terjemahan: Subyek terpusat. Maksudnya bahwa sasarannya atau subjeknya adalah anak didik dan bertujuan untuk menjadikan anak didik seperti yang diharapkan di dalam tujuan pendidikan.(Pengantar Pedagogik,hal: 25) | Task or problem-centered Terjemahan: Tugas terpusat pada masalah. Maksudnya bahwa orientasi belajar berpusat pada masalah sehingga akan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari secara sistematis, hal tersebut diungkapkan oleh Dr.Kowit dalam perilaku praktis.(Teori Belajar Orang Dewasa,hal: 23) |
| Motivation Terjemahan: Motivasi | By externsl rewards and punishments Terjemahan: Dengan penghargaan dan hukuman eksternal. Maksudnya bahwa motivasi belajar bisa tumbuh dari penghargaan yang diperoleh misalnya mendapat peringkat 1 diberi hadiah sepeda sedangkan hukuman diberikan bagi anak yang bertingkah laku tidak sesuai aturan yang bertujuan untuk menyadarkan anak agar sadar yaitu dengan memberikan sanksi yang tegas misalnya dihukum dibawah tiang bendera. Motivasi memperoleh penghargaan sesuai dengan hierarki kebutuhan menurut Maslow yaitu needs for esteem.(Pengantar Pedagogik,hal:107) | By internal incentives, curiosity Terjemahan: Oleh internal, rasa ingin tahu intensif. Maksudnya bahwa motivasi muncul dari rasa ingin tahu dan orang dewasa akan berbuat sesuatu jika usaha tersebut bermanfaat bagi dirinya untuk meraih cita-cita, misalnya melibatkan langsung dalam penelitian mengenai masalah yang ada pada hidupnya dengan mengadakan diskusi kelompok untuk memancing pemikiran yang kritis dari orang dewasa. (Teori Belajar Orang Dewasa, hal:22) |
ANDRAGOGY
Malcolm S. Knowles
| PROCESS ELEMENTS | ||
| Elements | Pedagogical | Andragogical |
| Climate Terjemahan: Iklim | Tense, low trust Formal, cold, aloof Authority-oriented Competitive, judgmental Terjemahan: Tegang, rendahnya kepercayaan formal, dingin, suka menyendiri otoritas berorientasi kompetetif, menghakimi. Maksudnya bahwa suasana hati dan sikap anak-anak ketika menghadapi masalah belajar yaitu tegang, menyendiri, menurunnya rasa percaya diri, dan persaingan antar teman. Hal ini disebabkan oleh kondisi psikologi anak yang masih berubah-ubah | Relaxed, trusting Mutually respectful Informal, warm Collaborative supportive Terjemahan: Santai, percaya, saling menghormati, informal, mendukung kolaborasi hangat. Maksudnya bahwa ikilim belajar orang dewasa mencakup kegiatan belajar serta kondisi psikologinya yang sudah stabil seperti sikap saling percaya, santai, saling menghormati antar orang dewasa. |
| Planning Terjemahan: Rencana | Primarily by teacher Terjemahan:Terutama oleh guru. Maksunya bahwa rencana-rencana dibuat guru sebagai pedoman untuk mengajar yang dituangkan dalam sillabus. Rencana yang dibuat berupa peraturan yang harus ditaati ataupun rencana kegiatan pembelajran yang sesuai dengan kurikulum | Mutually by learners and facilitator Terjemahan:Saling oleh peserta didik dan fasilitator. Maksudnya bahwa didalam pembelajaran orang dewasa terdapat kontrak belajar yang harus disepakati bersama antara pendidik dan peserta didik (orang dewasa) misalnya menyepakati daftar presensi masuk, tugas. |
| Diagnosis of needs Terjemahan:Diagnosis kebutuhan | Primarily by teacher Terjemahan:Terutama oleh guru. Maksudnya bahwa kebutuhan-kebutuhan anak ditentukan oleh guru karena anak-anak sendiri belum bisa mencari referensi belajar yang cocok untuk pembelajaran | By mutual assessment Terjemahan:Dengan penilaian bersama. Maksudnya bahwa kebutuhan tersebut di diagnosis berdasarkan kemampuan yang ingin dicapai pada tujuan pembelajaran.Caranya yaitu dengan mengidentifikasi karakteristik, motivasi, mengukur tingkat pengetahuan peserta belajar pada awal pertemuan,dan kebutuhan belajar peserta belajar terutama menyangkut kesulitan belajar peserta belajar.(Teori Belajar Orang Dewasa,hal:146) |
| Setting of objectives Terjemahan:Menetapkan tujuan | Primarily by teacher Terjemahan:Terutama oleh guru Maksudnya bahwa dalam menetapkan tujuan belajar telah dirumuskan dalam tujuan pendidikan yaitu untuk menuju kehidupan yang baik bagi individu dan masyarakat. Hal tersebut dirumuskan oleh guru sebagai pendidik. Menurut Dewey tujuan pendidikan bersifat temporer yang berarti jika suatu tujuan telah dicapai maka menjadi alat untuk mencapai tujuan berikutnya.(Pengantar Pedagogik,hal:49) | By mutual negotiation Terjemahan:Dengan negoisasi saling menguntungkan Maksudnya bahwa dalam merumuskan tujuan belajar harus ada kesepakatan bersama yang menguntungkan yaitu dengan mengukur tingkat pengetahuan peserta belajar pada awal pertemuan lalu antara pendidik dan peserta belajar bersama-sama merumuskan tujuan belajar yang dijadikan indikator terjadinya perubahan.(Teori Belajar Orang Dewasa,hal:145) |
| Designing learning plans Terjemahan:Merancang rencana pembelajaran | Teachers’s content plans Course syllabus Logical sequence Terjemahan:Guru kursus konten rencana urutan silabus logis Maksudnya bahwa rencana kegiatan pembelajaran dibuat oleh guru dalam sillabus yang bentuk kegiatannya telah diatur secara urut berdasarkan kurikulum yang ada yang djadikan patokan dalam pembelajaran | Learning contracts Learning projects Sequenced by readiness Terjemahan:Belajar kontrak proyek sequencing oleh kesiapan Maksudnya bahwa rencana pembelajaran yang dipilih oleh pendidik untuk dilaksanakan baik peserta belajar maupun oleh sumber belajar dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan bersama.(Teori Belajar Orang Dewasa,hal: 146) |
| Learning activities Terjemahan:Kegiatan belajar | Transmittal techniques Assigned readings Terjemahan:Teknik pengiriman ditugaskan pembacaan Maksudnya bahwa anak-anak jika tidak diberikan suatu instruksi untuk belajar maka dia tidak akan mengulangi pelajaran yang telah dipelajari,maka dari itu dengan menyuruh anak untuk membaca secara tidak langsung anak akan mengingat kembali pelajaran yang telah disampaikan | Inquiry projects Independent study Experimental techniques Terjemahan:Kirim proyek teknik studi independen eksperimental Maksudnya bahwa dalam melaksanakan kegiatan belajar dilakukan dengan persiapan yaitu pengelolaan kelas, penyelenggaraan tes, penyajian bahan ajar, motivasi, diskusi, pemantauan interaksi belajar. Pemantauan interaksi belajar dapat berupa tugas mandiri, kelompok(Teori Belajar Orang Dewasa,hal:148) |
| Evaluation Terjemahan: Penilaian | By Teacher Norm-referenced (on a curve) With grades Terjemahan:Dengan guru norma-direferensikan (pada kurva) dengan nilai. Maksudnya bahwa evaluasi dilakukan oleh guru dengan cara pemberian nilai. Evaluai mempunyai fungsi normatif yaitu evaluasi bersifat fleksibel sehingga murid akan ikut berpartisipasi dalam membimbing dan mengarahkan dirinya sendiri. Evaluasi yang baik didasarkan pada sistem kredit dan dilakukan secara terus menerus.(Pengantar Pedagogik,hal:230) | By learner-collected evidence validated by peers, facilitators, experts Criterion-referenced Terjemahan:Dengan mengumpulkan bukti validasi oleh teman sebaya, fasilitator, ahli kriteria-referenced. Maksunya bahwa penilaian dilakukan dengan pengamatan langsung yang bersumber dari teman dan bukti yang telah tervaliditasi. Tujuan dilakukan evaluasi yaitu memperoleh feedback yang berupa taraf pencapaian tujuan, kesesuaian antara tekhnik dan metode pembelajaran, keberhasilan pembelajaran untuk mencapai tujuan.(Teori Belajar Orang Dewasa,hal:149) |
CHARACTERISTICS OF ADULT LEARNERS
KARATERISTIK PEMBELAJAR DEWASA
| ADULTS | CHILDERN |
| Broader base of experience Terjemahan:Dasar pengalaman yang lebih luas Maksudnya bahwa orang dewasa mempunyai pengalaman yang lebih luas karena telah mengalami tahap-tahap kehidupan dari bayi hingga dewasa. Orang dewasa lebih memanfaatkan keuntungan potensial dan kekurangan dari pengalaman kehidupan yang lampau dan pengalaman tersebut mencakup kejadian yang berkesan maupun kejadian yang menimbulkan stres.( Smith, 1982:40) | More limited experience Terjemahan:Lebih terbatas pengalaman Maksudnya bahwa anak-anak masih sedikit memperoleh pengalaman karena baru sebatas menempuh sepertiga dari bagian hidupnya yaitu sampai masa anak-anak. |
| Learning is often voluntary or self-motivated Terjemahan :Belajar sering kali sukarela atau termotivasi Maksudnya bahwa orang dewasa belajar dari keinginan yang bersumber dari motivasi internal yang berupa usaha yang bermanfaat yang tumbuh dari dalam dirinya sedangkan motivasi eksternal yaitu rangsangan dari luar.(Teori Belajar Orang Dewasa, hal:37) | Learning is more often compulsory Terjemahan :Belajar lebih sering wajib Maksudnya bahwa anak belajar karena berlandaskan aturan-aturan dari sekolah yang wajib dipatuhi. Misalnya belajar dari pukul 07.00 hingga 13.30 |
| Learning can be self-directed Terjemahan :Belajar dapat mandiri Maksudnya bahwa orang dewasa belajar melalui pengalamann yang diperolehnya melalui keputusan yang diambilnya, tanggung jawab atas perbuatannya, dapat mengimplementasikan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari, dan lain-lain.( Pengantar Pedagogik,hal:13) | Learning is usually teacher-directed Terjemahan :Belajar biasanya diarahkan guru Maksudnya bahwa anak-anak perlu bantuan orang lain terutama guru disekolah untuk mengarahkan kebutuhan dan minat anak dan guru harus membimbing dalam kegiatan belajar.(Pengantar Pedagogik,hal 53) |
| Little time available for attending classes and studying Terjemahan :Tersedia untuk menghadiri kelas dan belajar sedikit waktu Maksudnya bahwa orang dewasa mempunyai tanggung jawab dan waktu yang sedikit maka orang dewasa mempunyai waktu yang sedikit untuk belajar, mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga sehingga mereka hanya menggunakan sisa waktu yang senggang untuk belajar. | School activities consume most time Terjemahan :Kegiatan sekolah menyita sebagian waktu Maksudnya bahwa seorang anak memang diwajibkan untuk belajar disekolah sehingga porsi belajar lebih banyak dan belajar pada anak harus lebih memusatkan konsentrasi yang akan menyita sebagian waktu anak |
| Learning often motivated by life responsibilities and changes Terjemahan :Belajar sering termotivasi oleh tanggung jawab kehidupan dan perubahan Maksudnya bahwa orang dewasa mempunyai alasan tertentu mengapa harus belajar sehingga memberikan motivasi untuk kearah perubahan. Motivasi seseorang ditentukan oleh lemah kuatnya motif seseorang untuk berusaha. Tujuan dari motivasi yaitu memberikan semangat belajar, meningkatkan saling perhatian dan interaksi anatara pendidik dan peserta belajar, meningkatkan efektifitas dan efisiensi.(Teori Belajar Orang Dewasa,hal:36) | Learning typically limited to academics Terjemahan :Belajar biasanya terbatas pada akademisi Maksudnya bahwa anak-anak belajar hanya mempelajari apa yang telah diperoleh pada waktu sekolah sehingga belajar diorientasikan hanya untuk bisa menempuh tingkatan lebih lanjut |
| Need for immediate application Terjemahan :Kebutuhan aplikasi langsung Maksudnya bahwa orang dewasa belajar dari masalah-masalah yang ada didalam hidupnya sehingga bisa untuk mengaplikasikannya dalam memecahkan masalah | Much learning has deferred application Terjemahan:Banyak pembelajaran telah ditangguhkan aplikasi Maksudnya bahwa pengaplikasian masalah hanya sebatas pemecahan soal-soal pelajaran yang diakaitkan dengan contoh kehidupan sehari-hari |
| View teacher as having a reciprocal relationships with students Terjemahan :Lihat guru sebagai memiliki hubungan timbal balik dengan siswa Maksudnya bahwa adanya feedback terhadap pembelajaran karena antara guru dan peserta didik(orang dewasa) mempunyai hubungan kedekatan secara umur dan didalam proses pembelajaran terdapat kontrak belajar yang harus disepakati antara pendidik dan peserta belajar | View teacher as having superior knowledge and authority Terjemahan :Lihat guru sebagai memiliki pengetahuan unggul dan otoritas Maksudnya bahwa anak hanya sebagai penerima ilmu dari guru yang merupakan otoritas dalam kelas sehingga hanya terjadi komunikasi satu arah antara guru dan murid |
| May have a negative self-concept Terjemahan :Mungkin memiliki konsep diri negatif Maksudnya bahwa konsep diri yang negatif akan menumbuhkan motivasi orang dewasa untuk berubah ke arah yang lebih baik | More likely to expect success Terjemahan :Lebih mungkin untuk mengharapkan sukses Maksudnya bahwa murid belajar lebih keras untuk meraih cita-cita agar kehidupan dimasa mendatang dapat menjadi cerah |
| May have established ideas, attitudes and behaviors which are difficult to change Terjemahan :Mungkin telah membentuk ide-ide, sikap dan perilaku yang sulit untuk mengubah Maksudnya bahwa sifat-sifat yang dimiliki orang dewasa lebih sulit unruk di ubah karena orang dewasa telah mendapat pengalaman yang pernah dialami | Less likely to have set ideas, attitudes or behaviors; more adaptable Terjemahan :Kurang cenderung memiliki ide-ide mengatur, sikap tau perilaku, lebih mudah beradaptasi Maksudnya bahwa anak-anak masih mempunyai sifat saling ketergantungan sehingga mereka ingin mempunyai teman yang melindungi dia dengan cara mereka mudah beradaptasi |
| Often intimidated by and resistant to tests Terjemahan :Sering terintimidasi oleh dan tahan terhadap tes Maksudnya bahwa pengetahuan orang dewasa terhadap perkembangan belajar misalnya teknologi masih rendah sehingga mereka sulit untuk menyesuaikan diri | More accustomed to taking tests Terjemahan :Lebih terbiasa untuk mengambil tes Maksudnya bahwa anak-anak dalam proses belajar selalu disuguhi oleh bermacam-macam soal tes sehingga mereka mampu memecahkan maslah |
| Extensive speaking vocabulary einfluences learning Terjemahan :Kosa kata berbicara ekstensif mempengaruhi belajar Maksudnya bahwa orang dewasa akan mudah menerima kosa kata asing jika sering diucapkan dan dikaitkan dengan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari | Limited vocabulary which is increased through education Terjemahan :Terbatas kosa kata yang meningkat melalui pendidikan Maksudnya bahwa pengetahuan tentang kosa kata terbatas hanya pada pelajaran yang diperoleh |
| Physiological factors (visual, audio, health) may influence learning Terjemahan :Faktor fisiologis(visual, audio, kesehatan) dapat mempengaruhi belajar Maksudnya bahwa faktor yang mempengaruhi proses interaksi belajar yaitu faktor fisiologis yang meliputi pendengaran, penglihatan, kondisi fisiologis. Dalam kegiatan pembelajaran kondisi fisiologis sangat berpengaruh yaitu kesehatan, kurang gizi, sakit yang diderita seperti pusing,flu. | Physiological factors are less likely to influence learning Terjemahan :Faktor fisiologis cenderung untuk memperngaruhi belajar Maksudnya bahwa kesanggupan belajar anak dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti penglihatan, pendengaran dan kesehatan fisik. |
Daftar Pustaka
Mappa, Syamsu. 1994. Teori Belajar Orang Dewasa.Jakarta: Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi
Salam, Burhanuddin. 2002. Pengantar Pedagogik. Jakarta: PT RINEKA CIPTA
TOKOH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Published :
18.19
Author :
RISA NOVARISA
Tokoh Pendidikan Anak Usia Dini
MONTESSORI
Pemikiran Maria Montessori telah memberikan kontribusi yang besar terhadap revolusi pendidikan. Ia menganggap bahwa anaklah yang membangun orang dewasa bukan orang dewasa yang membangun anak. Anak makhluk yang konstruktif yang memerlukan bantuan orang dewasa agar perkembangannya optimal. Pendidikan yang selama itu terjadi dalam pandangan Montessori, telah membelenggu perkembangan anak.
Montessori merupakan pelopor dalam pengembangan metode belajar calistung (membaca, menulis dan berhitung) bagi anak-anak usia dini dan dia telah mempraktikkan pembelajaran multi indrawi melalui kegiatan sehari-hari. Montessori mendapat pengalamannya setelah menangani anak-anak keterbelakangan mental dan ternyata setelah metode yang diterapkan dalam pendidikan anak dapat dipakai juga untuk anak-anak normal. Menurut Montessori periode yang tepat untuk mengajar anak membaca adalah usia 2-6 tahun sebab periode tersebut dianggapsebagai masa peka bagi anak untuk belajar membaca. Montessori juga berpandangan bahwa perkembangan anak usia dini sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Pandangan bahwa persepsi anak terhadap dunia sebagai dasar dari ilmu pengetahuan, maka dari itu Montessori merancang sebuah materi yang memungkinkan indra seorang anak dikembangkan. Dengan memakai alat yang memungkinkan seseorang mengoreksi diri, anak akan menjadi sadar terhadap berbagai macam rangsangan yang kemudian diorganisasikan dalam pikirannya, misalnya saja seperti ini bila anak belajar tentang suara ( melalui pendengaran) Montessori merancang satu kumpulan kotak. Semua kotak tersebut sama tetapi masing-masing kotak berisi bahan yang berbeda-beda, sehingga jika digoyangkan akan mengeluarkan suara yang tidak sama. Selanjutnya Montessori merancang alat belajar untuk meningkatkan fungsi penglihatan, penciuman, pengecap, dan perabaan dengan cara yang sangat khas dan menarik serta dengan prinsip koreksi diri.
PEMBAHASAN
Montessori mengembangkan metode Montessori sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami keterbelakangan mental. Dengan berdasar hasil kerja dokter Perancis, Jean Marc Gaspard Itard dan Edouard Seguin, ia berupaya membangun suatu lingkungan untuk penelitian ilmiah terhadap anak yang memiliki berbagai ketidakmampuan fisik dan mental. Mengikuti keberhasilan dalam perlakuan terhadap anak-anak ini, ia mulai meneliti penerapan dari teknik ini pada pendidikan anak dengan kecerdasan rata-rata. Di tahun 1906, Montessori telah cukup dikenal sehingga ia diminta untuk suatu pusat pengasuhan di distrik San Lorenzo di Roma. Ia menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengamati interaksi anak dengan materi yang ia kembangkan, menyempurnakannya, dan mengembangkan materi baru yang bisa dipakai anak-anak. Dalam pendekatan yang berpusat pada materi ini, tugas utama guru adalah mengamati saat anak memilih materi yang dibuat untuk memahami konsep atau keterampilan tertentu. Pendekatan demikian menjadi ciri utama dari pendidikan Montessori. Pada awalnya perhatian Montessori lebih pada anak usia pra-sekolah. Setelah mengamati perkembangan pada anak yang baru masuk SD, ia dan Mario putranya memulai penelitian baru untuk menyesuaikan pendekatannya terhadap anak usia SD. Ciri-ciri dari metode Montessori yaitu penekanan pada aktivitas pengarahan diri anak dan pengamatan klinis dari guru. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian diri dengan lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak atau belajar sendiri tanpa bantuan orang lain untuk memperkenalkan berbagai konsep. Disini juga disebutkan bahwa pendidikan jasmani yang mengembangkan otot-otot,berkebun dan belajar tentang alam juga termasuk dalam metode pendidikan Montessori. Di dalam kegiatan pembelajaran Montessori menggunakan berbagai alat yang di rancang secara khusus oleh dirinya yaitu misalnya saja membaca dan menulis diajarkan menggunakan kertas ampelas yang dibentuk huruf-huruf, sedangkan menghitung diajarkan menggunakan aritmatika. Menurut Montessori belajar membaca sebaiknya diajarkan pada anak sejak usia dini karena periode yang dianggap baik dan bagus pada saat anak berumur 2-6 tahun, masa tersebut disebut sebagai masa sensitif untuk belajar membaca(Montessori, 1965 dalam Spodek, 1991).
Masa peka disebut juga periode sensitif (usia emas). Setiap anak yang dilahirkan telah dikaruniai kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Montessori membagi beberapa tahap perkembangan anak yaitu umur 0-6, 6-12, 12-18. Menurut Montessori masa pertumbuhan yang pertama adalah umur 0-6 di saat itulah inteligensi sedang mengalami pembentukan. Keberhasilan pada tahap pertama inilah yang akan mempengaruhi atau menentukan keberhasilan tahap-tahap berikutnya. Keseluruhan daya cipta anak umur 0-6 tahun bersumber dari mentalitas tak sadar karena diangerahi kemampuan untuk mempelajari berbagai bahasa apaun dilingkungannya sehingga dapat disimpulkan bahwa suatu kepekaan yang luar biasa tajam dan khusus karena benda-benda di sekelilingnya dapat membangkitkan minat serta antusiasme. Anak-anak usia tersebut mudah menyerap apa yang ada dilingkungannya. Oleh karena itu menurut Montessori periode awal umur 0-6 adalah periode sensitif,masa peka,masa emas dimana bahwa pikiran anak mudah menyerap apapun yang ada di dalam lingkungan sekitarnya. Montessori mengatakan bahwa “Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling kaya, masa ini seharusnya didayagunakan oleh seorang pendidik dengan sebaik-baiknya, jika tersia-sia kehidupan pada masa ini tidak akan pernah dapat dicari gantinya. Tugas kita adalah memanfaatkan tahun-tahun awal kanak-kanak ini dengan kepedulian yang tertinggi,bukan menyia-nyiakannya.”, dikutip dari Dr Alexis Carrel.
Menurut Montessori tahap perkembangan kedua yaitu 6-12 akan berhasil jika anak berkembang dengan baik pada tahap perkembangan yang pertama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan tahap pertama akan mempengaruhi keberhasilan perkembangan tahap selanjutnya. Masa kanak-kanak merupakan masa yang benar-benar penting, seperti dikatakan Montessori ketika ingin meleburkan gagasan-gagasan baru untuk mengubah atau memperbaiki adat istiadat dan kebiasaan masyarakat untuk menghembuskan nafas baru ke dalam watak bangsanya, kita harus memanfaatkan anak-anak sebagai sarananya sebab tidak banyak prestasi yang dapat kita raih jika berbekal dari orang dewasa. Jika mendambakan sesuatu yang baik maka kepada anak-anak kita harus mengalihkan perhatian demi mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.
Montessori lebih berbicara mengenai perkembangan bahasa daripada pengajaran bahasa. Montessori juga mengajukan sebuah teori bahwa manusia terlahir memiliki kemampuan untuk mempelajari bahasa apapun yaitu bahasa yang terdapat padalingkungannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang anak pasti sangat peka terhadap bunyi-bunyi ujaran, menyimak dengan cermat dan mencamkannya dalam-dalam melebihi hal-hal lain. Montessori sangat menghargai kemampuan yang dimiliki seorang anak dalm memakai panca indranya. Gambaran menganai anak yaitu makhluk mungil yang memperagakan masa peka bahasa yang di dalamnya ia menghasilkan bunyi-bunyian dan menampilkan bakat di dalam mencermati sumber bunyi yaitu mulut penutur. Montessori berpendapat bahwa jika dua bahasa dituturkan dan digunakan selama masa peka (0-6) yaitu satu bahasa oleh ayah dan satu bahasa oleh ibu maka akan terbentuk sistem kreatif pada pikiran anak yang memungkinkan dirinya menyerap keduanya sehingga dapat menuturkan bahasanya secara benar kepada orang lain.
Montessori mengatakan bahwa ketika mendidik anakhendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Tugas kita hanya memberikan dorongan serta sarana belajar dan fasilitas ketika mereka telah siap mempelajari sesuatu. Tahun-tahun pertama adalah masa emas yang sangat baik untuk pembentukan, yaitu sebagai masa yang penting dalam perkembangan anak baik fisik, mental maupun spiritual. Metode pembelajaran yang sesuai dengan tahun-tahun kelahiran sampai usia 6 tahun akan menentukan kepribadian anak setelah dewasa.
Menurut Montessori ada beberapa tahap perkembangan yaitu sebagai berikut:
1. Sejak lahir sampai usia 3 tahun
Anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat menyerap pengalaman-pengalman melalui sensorisnya
2. Usia setengah tahun sampai kira-kira kurang lebih tiga tahun
Mulai mempunyai kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara dan bercakap-cakap)
3. Usia 2- 4 tahun
Gerakan-gerakan otot mulai dapat di koordinasikan dengan bak, untuk berjalan maupun untuk bergerak yang semi rutin dan yang rutin, berminat bermain benda-benda kecil, dan mulai menyadari adanya urutan waktu yaitu pagi, siang,sore, malam
4. Rentang usia 3- 6 tahun
Kepekaan untuk peneguhan sensoris, semakin memiliki kepekaan indrawi, khusnya pada usia kurang lebih 4 tahu mempunyai kepekaan menulis, dan pada usia 4- 6 tahun mempunyai kepekaan untuk membaca
Montessori juga memberikan gambaran peran guru dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan kecerdasan yaitu sebagai berikut:
a. 80 % aktifitas bebas dan 20 % aktifitas yang diarahkan guru
b. Melakukan berbagai tugas yang mendorong anak untuk memikirkan tentang hubungan dengan orang lain
c. Menawarkan kesempatan untukmenjalin hubungan sosial melalui interaksi yang bebas
d. Aturan pengucapan di peroleh melalui pengenalan pola bukan dengan hafalan setiap aspek kurikulum yang melibatkan pemikiran
Montessori juga berpendapat bahwa pada usia 3- 5 tahun anak dapat di ajari untuk membaca, menulis, dan di dikte sambil mengetik. Dengan belajar mengetik anak dapat belajar mengeja, menulis dan membaca. Pengalaman belajar di taman kanak-kanak akan menunjang kemampuan belajar pada tahun-tahun selanjutnya.
Dalam menunjang konsep Montessori dalam pembelajaran program PAUD maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut, yaitu:
1. Kurikulum pada pendidikan anak usia dini di desain berdasarkan tingkat
perkembangan anak
2. Materi atau metodologi pendidikan yang digunakan dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan anak-anak.
3. Kopetensi akademis sebagai alat guna mencapai tujuan dan sebagai materi yang berfungsi sebagai pengembangan potensi anak. Montessori menyarankan agar adanya area yang berbeda untuk mewakili lingkungan yang disediakan, yaitu:
a. Pratical life
Memberi pengembangan dari tugas oganisasional dan urutan kognisi melalui perawatan diri sendiri, perawatan lingkungan, melatih rasa untuk bersyukur,saling menghormati anatar sesama, dan melakukan koor dinasi dengan gerakan fisik.
b. The sensorial area
Membuat anak mampu mengurutkan, mengklasifikasikan dan menerangka impresi sensori dengan hubungan panjang, lebar, temperatur, masa, warna dan titik.
c. Mathematics
Memanfaatkan manipulasi materi supaya anak mampu menginternalisasi konsep angka, simbol, urutan operasi, serta memorisasi dari fakta dasar.
d. Language art
Di dalamnya termasuk pengembangan lisan, tulisan, membaca, kajian tentang grammar, dramatisasi, dan kesusestraan anak. Media yang digunakan untuk mengembangkan keahlian dasar membaca serta menulis yaitu memakai huruf dari kertas, kata-kata dari pasir, menulis di atas air, serta membacakan dongeng untuk anak-anak.
e. Cultural activies
Membawa anak agar mengetahui dasar-dasar tentang geografis, sejarah serta ilmu soaial, musik serta seni yang semuanya adalah kurikulum terintegrasi.
4. Lingkungan pada PAUD merupakan lingkungan yang menggabungkan psiko sosial fisik dengan akademis dari seorang anak. Tugas utamanya yaitu menyediakan dasar awal dan umum, dimana di dalamnya termasuk tingkah laku yang positif terhadap sekolah, kebiasaan untuk berinisiatif, kemampuan untuk mengambil sebuah keputusan, disiplin serta rasa tanggung jawab. Dasar-dasar inilah yang di pakai untuk mendapat pengetahuan dan keahlian yang spesifik dalam kehidupan disekolah anak-anak.
Kembali lagi ke awal bahwa perkembangan anak pada tahap selanjutnya dipengaruhi oleh keberhasilan anak pada perkembangan sebelumnya. Perkembangan dan proses peniruan merupakan merupakan proses yang alami oleh seorang anak. Pada usia satu setengah tahun kepribadian bayi telah berkembang karena sering dengan ledakan bahasa pada usia 2 tahun tidak lama kemudian ia mencapai tahap kesempurnaan yang nyata. Pada usia ini juga anak sudah melakukan berbagai upaya untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, hal tersebut merupakan upaya yang besar dan karya konstruktif. Pada usia satu setengah tahun bayi mulai melakukan tindakan meniru. Penyataan tersebut sama sekali bukan gagasan baru sebab anak-anak selalu dikatakan meniru orang yang lebih tua. Bahwa perlu disadari, sebelum ia dapat meniru bayi mula-mula memahami apa yang ada disekitarnya dalam artian paham. Gagasanya adalah seperti berikut bahwa segala sesuatu yang harus orang dewasa lakukan adalah berperilaku sebagaimana mestinya karena anak-anak akan meniru. Secara alami memunculkan gagasan bahwa memberikan teladan yang baik dan menekankan keterlibatan semua orang dewasa untuk melakukan hal tersebut terutama guru atau pendidik karena keteladanan mereka bergantung nilai-nilai kebaikan untuk kepentingan semua manusia. Dalam bidang pendidikan dijelaskan bahwa alam mengajarkan peniruan yang membutuhkan persiapan. Upaya pertama yang dilakukan yaitu bayi tidak dimaksudkan meniru namun untuk membentuk kapasitas untuk meniru yang ada pada dirinya, upaya tersebut dimaksudkan agar mengubah dirinya sendiri supaya menjadi sesuatu yang diinginkan dirinya sendiri. Dan sebagai pendidik harus percaya bahwa dapat membantu kekuatan hidup bayi untuk mencapai tujuan-tujuannya, maka penting bagi orang dewasa untuk mengetahui titik-titik mana saja yang perlu dibantu agar bermanfaat. Suatu rangkaian aktivitas pasti harus disempurnakan sehingga dapat disimpulkan bahwa apapun aktivitas cerdas yang sempat kita saksikan pada diri seorang bayi meskipun itu tampak ganjil dimata kita sekalipun atau bertentangan dengan keinginan kita tetapi asal tidak membahayakan bagi dirinya sebaiknya jangan turut campur tangan agar si bayi dapat mampu menyelesaikan rangkaian aktivitas yang disukainya. Jenis aktivitas yang tidak memenuhi tujuan eksternal seperti menaiki tangga, menaiki kursi akan memberikan latihan yang diperlukan bagi anak-anak untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan tubuhnya. Penguasaan gerakan-gerakan tubuh yang terkoordinasi memungkinkan anak meniru tindakan-tindakan orang deawasa. Tujuan utamanya adalah mematuhi dorongan batinnya setelah ia meniru orang-orang dewasa.
Pada anak usia 2 tahun ia mempunyai kebutuhan untuk berjalan. Anak usia 2 tahun mampu berjalan menempuh jarak satu hingga 3 kilometer serta memanjat jika dia mempunyai gairah dan keinginan untuk melakukannya. Anak mempunyai hukum-hukum perkembangan sendiri, bantuan agar ia tumbuh adalah mengikuti hukum-hukum perkembangannya bukan memaksakan hukum perkembangan orang dewasa pada diri anak. Seorang anak tidak hanya berjalan dengan tungkainya namun ia berjalan dengan matanya karena melihat sesuatu yang menarik ataupun memikat hatinya. Pada diri seorang anak naluri untuk berpindah-pindah, beralih dari satu temuan ke temuan yang lainnya merupakan sifat alaminya dan merupakan salah satu dari bagian pendidikannya. Seorang anak agar mau melakukan eksplorasi perlu diisi dengan minat-minat intelektual. Berjalan merupakan senam yang telah sempurna. Pengerahan otot-otot tidak diperlukan lagi. Dari pengertiannya berjalan merupakan bentuk senam yang menghasilkan keindahan tubuh. Sedikit demi sedikit seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan manusia akan meningkatkan minat intelektualnya agar lebih luas dengan berjalan dan menikmati cakrawala yang semakin luas, maka dengan cara sepert ini kehidupan anak menjadi semakin kaya. Upaya untuk menjadikan prinsip diatas sebagai bagian dari pendidikan merupakan hal yang penting sebab ketika manusia sudah malas dan mereka lebih berminat menggunankan kendaraan ketika bepergian merupakan sesuatu yang tidak baik. Untuk itu gunakan lengan, tungkai untuk bermain serta otak untuk berpikir dan membaca buku. Hidup seharusnya itu utuh dan tunggal pada tahun-tahun awal ketika anak sedang membentuk dirinya sejalan dengan hukum-hukum pertumbuhan dirinya.
Setelah usia 3 tahun maka fungsi-fungsi tubuh yang mengakami pembentukan akan berkembang. Pada akhir masa ini anak telah dapat menguasai kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri. Kesimpulannya dari usia 3- 6 tahun anak telah mampu memecahkan teka-teki lingkungan secara sengaja dan sadar, serta awal dari seorang anak untuk memulai masa dari daya konstruksi yang baru. Kekuatan-kekuatan yang tersembunyi sebelumnya sekarang mampu diperlihatkan oleh dirinya berkat adanya kesempatan bagi pengalaman sadar yang dijumpai dilingkungan sekitarnya. Pengalaman tersebut bukan sekedar bermain-main ataupun serangkaian aktivitas acak namum merupakan serangkaian kegiatan yang membantu diri dari seorang anak untuk tumbuh kembangnya.
KESIMPULAN
Didalam pendidikan terdapat masalah utama yaitu bukan pendidikannya tetapi masalah hubungan antara anak dengan orang dewasa. (Ucapan Maria Montessori dalam E.M. Standing, “Maria Montessori: Her Life and Work”, hal. 250). “Anak adalah anak, bukan miniatur orang dewasa. Anak juga bukan layaknya bagaikan sesuatu benda kosong, dimana orang dewasa harus mengisinya dengan sesuatu.” (Course Manual, hal. 11). Maria Montessori juga memandang bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk regenerasi kehidupan manusia. Jika pendidikan ingin berhasil, maka harus didasarkan pada anak (Montessori, “education for New world”, Hal.4), tetapi Montessori menegaskan bahwa pendidikan saja tidak cukup hanya diberikan oleh orang tua dan guru yang memiliki asumsi yang salah terhadap anak. Orang dewasa harus meninggalkan anggapannya bahwa anak bagaikan benda kosong yang menunggu untuk diisi dengan pengetahuan dan pengalaman orang dewasa. Asumsi tersebut salah karena setiap anak dilahirkan dengan memiliki potensi dan kemampuannya masing-masing. Disini Montessori juga menegaskan pentingnya orang dewasa untuk menghilangkan egosentris dan keotoriterannya terhadap anak. Hal ini dilakukan agar membantu tumbuh kembang tahapan perkembangan anak.
Setiap orang dewasa berasal dari seorang anak dulunya, Jadi, anaklah yang membntuk dirinya menjadi dewasa. Anak menyerap pengalaman apapun yang ia alami di dunia dan pengalaman tersebut berpengaruh terhadap perkembanganya ketika dewasa kelak. Berdasarkan asumsi ini, Monetssori menegaskan pentingya untuk membebaskan anak dari peran ketergantungannya terhadap orang dewasa, jika anak tersebut kita inginkan agar menjadi orang yang benar-benar mandiri kelak.
Pendidikan pola baru merupaan pendidikan bagi anak yang memberikan peluang agar dapat mengoptimalkan kekuatan unik pada diri seorang anak untuk mengembangkan potensi serta kemampuan yang dimiliki dirinya.
DAFTAR PUSTAKA
Montessori, maria. 2008. The Absorbent Mind. Yogyakarta : Pustaka belajar.
Patmonodewo, Soemiaerti. 2003. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: PT Asdi
Mahasatya.
Langganan:
Komentar (Atom)
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
......RISA.....
Follow Us
Archive
Labels
- Pendidikan (16)
- Puisi (1)
Mengenai Saya
- RISA NOVARISA
- Nama saya Kinasih Novarisa dan sering dipanggil Risa. Lahir di Wonosobo pada tanggal 2 November 1992. Sekarang saya menuntut ilmu di Universitas Negeri Yogyakarta lebih tepatnya jurusan Pendidikan Luar Sekolah, saya mahasiswa UNY angkatan 2010. Jika ingin tahu saya silahkan tanya pada saya saja....hehehe:)
